Tips Mudah Mengelola Keuangan Untuk UKM

Perusahaan dan UKM Harus Memiliki Sistem Akuntansi Demi Efisiensi

Semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia selalu dimulai melalui sistem. Bahkan tubuh manusia pun terdiri dari berbagai sistem yang menghubungkan satu sama lain. Begitupun dalam ekonomi dan usaha, sistem memiliki peran yang cukup efektif dalam melaksanakan aktivitas ekonomi. Tanpa adanya sistem, maka akan sulit berjalan. Salah satu sistem yang digunakan dalam kegiatan ekonomi adalah sistem akuntansi.

Accounting system ini wajib dipahami dan dipelajari oleh setiap pengusaha, karena akan membantu mereka dalam mengambil tindakan dan keputusan demi berlangsungnya kegiatan bisnis milik Anda. Menelisik dari buku-buku akuntansi, sistem akuntansi merupakan pengorganisasian catatan, dan laporan mengenai informasi keuangan dari suatu bisnis agar bisa digunakan oleh pihak yang berkepentingan dalam menyusun strategi-strategi perusahaan demi tercapainya tujuan perusahaan.
Mengapa Sistem Keuangan Itu Penting?

Pertanyaan itu mungkin tidak akan pernah ditanyakan oleh para akuntan dan pengusaha bisnis yang usahanya sudah besar. Tetapi lebih sering dipertanyakan oleh pengusaha-pengusaha pemula yang baru ingin merintis usaha atau usahanya sedang dalam proses berkembang.

Seharusnya, seorang pengusaha harus mempersiapkan sistem keuangan usahanya sebelum usaha yang ia jalankan tersebut berdiri. Karena jika usaha yang ia jalankan sudah berdiri, banyak pengusaha yang mengabaikan sistem keuangan. Banyak pengusaha yang menganggap sistem keuangan adalah masalah sepele.

Sistem itu penting, agar pengusaha bisa memiliki arah untuk mencapai tujuan dari usaha yang ia dirikan, dan usaha tersebut memiliki keuntungan yang besar. Banyak usaha yang didirikan tanpa sistem keuangan yang jelas, akan berhenti ditengah jalan. Sistem tersebut penting untuk mengarahkan Anda sebagai pemilik bisnis mencapai goal yang Anda inginkan.
Apa Saja Komponen Dalam Sistem Akuntansi

Dalam sistem keuangan memiliki beberapa komponen yang harus Anda ketahui. Komponen-komponen inilah yang akan bersinergi untuk mencapai tujuan yang Anda peroleh dalam menjalankan sistem keuangan yang baik pada bisnis dan usaha Anda.

Manusia, Komponen pertama dalam sistem keuangan adalah manusia itu sendiri. Tanpa adanya manusia, maka sistem tidak akan berjalan.

Transaksi, setelah manusia, tentunya dalam sistem keuangan harus terdapat transaksi.

Prosedur, prosedur sebagai cara-cara yang harus dilakukan dalam menjalankan setiap transaksi dan kegiatan keuangan.

Dokumen, dokumen ini dapat dikatakan sebagai bukti-bukti yang berkaitan dengan transaksi, baik transaksi debit maupun transaksi kredit.

Komponen-komponen ini harus terdapat dalam setiap sistem. Tanpa adanya komponen tersebut, maka sistem tidak akan berjalan dengan baik. Selain komponen, terdapat pula elemen-elemen yang mempengaruhi sistem tersebut. Elemen ini pun tidak kalah penting dengan komponen.
Elemen-elemen dalam Sistem Akuntansi

Elemen-elemen sistem keuangan terdiri dari faktur, jurnal, buku besar pembantu, kertas kerja dan laporan keuangan. Untuk bisnis yang jumlah transaksinya sudah cukup banyak, maka kesemua itu sangatlah penting dan harus ada.

Namun bagi bisnis yang masih kecil, mungkin elemen yang digunakan hanya sekedar faktur, jurnal, dan laporan keuangan yang digunakan untuk membantu pengelolaan sistem keuangan yang baik pada usaha yang dijalankan.

Setiap perusahaan, tentunya memiliki sistem yang berbeda-beda. Tidak semua perusahaan dengan perusahaan yang lain memiliki sistem yang sama. Begitupun dengan usaha yang Anda jalankan, jika usaha Anda masih UKM, maka sistem yang diterapkan pun tidak terlalu ribet dan rumit.

Mungkin dalam sebuah UKM, yang diperlukan hanyalah elemen-elemen seperti faktur penjualan dan pembelian, jurnal harian, mingguan, dan bulanan, buku besar, serta laporan keuangan dalam periode tertentu saja yang harus ada.

Semua informasi mengenai usaha, terutama berkenaan dengan keuangan akan terekam dalam sistem tersebut. Mulai dari faktur, invoice, data pelanggan, dan semuanya akan tertata rapih dalam sistem yang ada. Jika semua itu tidak rapih, maka sistem keuangan perusahaan pun tidak akan rapih. Dan data keuangan bisnis Anda bisa berantakan. Ini sangat bahaya.
Perkembangan Sistem Akuntansi Saat Ini

Saat ini perkembangan sistem akuntansi berkembang cukup pesat dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Dahulu, mungkin para pengusaha harus menaruh orang-orang yang memiliki pengetahuan di bidang akuntansi untuk mengurus masalah keuangan bisnis mereka. Mulai dari persoalan keuangan yang sederhana, maupun keuangan yang besar.

Sehingga dahulu, banyak para pelaku UKM yang mengabaikan hal ini. Mereka tidak mengetahui berapa jumlah barang yang dimiliki, jumlah pengeluaran yang dikeluarkan tiap hari, dan mereka hanya fokus pada keuntungan dan jumlah pemasukan saja. Sehingga pada akhirnya, mereka tidak mengetahui berapa keuntungan bersih yang ia peroleh dalam periode tertentu.

Berbeda dengan saat ini, hampir semua perusahaan sudah mengalihkan sistem keuangan mereka dengan teknologi. Dan penyusunan data keuangan pun dilakukan melalui teknologi yang sudah tersedia dan dikembangkan. Banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi, didasari oleh efisiensi, efektiftivitas, dan untuk mengurangi biaya yang cukup tinggi.

Dahulu, sebelum teknologi mempengaruhi dunia. Sistem keuangan mulai dari pengolahan data, penyusunan data, dan pelaporan data selalu dilakukan secara manual. Sehingga dalam menyusun kesemua itu memerlukan waktu yang cukup panjang.

Umumnya penyusunan laporan keuangan yang dilakukan secara manual untuk periode satu bulan bisa dikerjakan selama satu hingga dua minggu. Tentunya ini boros waktu, boros biaya, dan memerlukan tenaga untuk mengerjakan semua itu.

Hal tersebut mendorong pengusaha untuk mengikuti perkembangan zaman demi kelangsungan bisnisnya. Mereka akhirnya beralih untuk memproses setiap data usaha ke komputer-komputer. Termasuk sistem akuntansi perusahaan pun beralih ke sistem komputerisasi.

Proses akuntansi yang telah beralih ke komputer, dengan penginputan data keuangan pun sudah menggunakan software akuntansi. Software ini biasanya akan terhubung dengan divisi yang memiliki kewenangan melihat keadaan keuangan secara real time dan akurat. Meskipun ketelitian dalam memasukan data di awal pemrosesan tetap harus dilakukan untuk menjaga keakuratan data.

Dengan menggunakan software akuntansi, pembuatan jurnal dan laporan keuangan pun tidak perlu dilakukan secara manual. Karena, dengan penginputan data awal pada software, maka Anda bisa langsung menyusun jurnal serta laporan.

Kemudahan dalam penyusunan jurnal dan laporan akuntansi, bisa dilakukan oleh UKM-UKM. Karena software akuntansi yang ada sudah bisa disesuaikan dengan segala jenis bidang usaha. Seperti halnya Accurate Online (AOL). Software ini merupakan software akuntansi online yang bisa digunakan oleh setiap bidang usaha. Mulai dari usaha skala besar, usaha menengah, serta UKM.

Apa lagi Accurate software dapat Anda gunakan dari gawai seperti tablet, dan smartphone. Sehingga sebagai pengusaha bisa memantau jalannya sistem akuntansi hanya dari genggaman Anda, dan bisa memantau aktivitas keuangan usaha Anda, tanpa harus melihat salah satu komputer di perusahaan Anda.

 

Bagaimana Cara Menghitung HPP UKM

 

logo-sol-embose
Gimana Nentuin Harga Pokok Penjualan Bagi UMKM?
Published by Iskandar Rumi at October 15, 2018

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha yang umumnya dijalankan oleh masyarakat yang baru memulai usaha. Tak banyak pemilik UMKM yang mengelola bisnis, selayaknya bisnis secara profesional. Termasuk dalam penentuan harga pokok penjualan bagi UMKM yang tidak banyak diketahui oleh para pengusaha UMKM. Bahkan banyak yang tidak mengerti akan hal tersebut.

Harga pokok dari barang atau jasa yang di produksi akan dimasukan dalam laporan keuangan yakni laporan laba rugi. Dengan penentuan HPP yang tepat, akan membantu UMKM dalam mendapatkan laba atau rugi. Sehingga sebuah harga pokok penjualan bagi UMKM akan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik UMKM untuk menentukan harga jual.
Apakah HPP Penting?

Banyak hal yang sering ditanyakan oleh para pelaku UMKM, terutama mereka yang tidak menganggap penting sebuah pembukuan. HPP akan berpengaruh terhadap pembukuan usaha Anda. Berbeda jika usaha Anda tidak memiliki pembukuan, kadang sih pemilik UMKM hanya mengira-ngira berapa harga produk yang harus mereka jual.

Penentuan harga pokok penjualan pun harus dilakukan dengan tepat dan akurat. Anda tidak boleh salah dalam menentukan harga pokok penjualan bagi UMKM. Ketika harga pokok penjualan sudah diperoleh, maka Anda bisa menentukan harga jual dari produk dan jasa yang akan Anda jual kepada konsumen.
Elemen Penentu HPP

Ada beberapa elemen penentu harga pokok penjualan bagi UMKM yang harus dipahami oleh pemilik usaha. Elemen ini akan membantu Anda sebagai pemilik UMKM dalam menentukan HPP yang sebenarnya. Sehingga bisa memudahkan Anda dalam menentukan harga jual.
Persediaan Awal

Jika UMKM Anda memproduksi suatu barang, maka elemen pertama yang akan menjadi penentu harga pokok penjualan adalah persediaan awal atau dalam tahun buku berjalan. Persediaan awal ini akan tertulis pada neraca saldo berjalan atau neraca awal perusahaan. Atau pada laporan neraca tahun sebelumnya bisa digunakan sebagai elemen untuk menentukan harga pokok penjualan.
Persediaan Akhir

Ketika periode buku sudah berakhir, misal periode buku Anda ditutup setiap akhir tahun tanggal 31 Desember. Anda bisa melihat berapa sisa persediaan produk, data ini akan digunakan sebagai salah satu komponen penting dalam menentukan harga pokok penjualan di tahun berikutnya.
Pembelian Bersih

Pembelian bersih adalah pembelian-pembelian yang dilakukan. Perhitungan pembelian bersih termasuk menghitung pengiriman, ongkos pembelian, dan biaya lainnya yang keluar saat pembelian bersih.
Biaya Bahan Baku Produksi

Ketika Anda akan menentukan harga pokok penjualan terhadap produk atau jasa yang Anda jual. Anda harus menentukan biaya pembelian bahan baku terlebih dahulu. Dalam menghitung biaya bahan baku, bukan hanya menghitung pembelian bahan baku.

Melainkan, Anda juga harus menghitung biaya bahan baku, biaya bahan tambahan, hingga ongkos pembelian bahan baku tersebut harus Anda hitung. Hal ini agar Anda bisa mendapatkan perhitungan yang akurat dalam menentukan harga bahan baku.
Ongkos Tenaga Kerja

Dalam menentukan harga pokok penjualan, perhitungan gaji tenaga kerja yang berperan dalam produksi produk dan jasa tidak boleh tertinggal. Karena ongkos tenaga kerja harus masuk dalam penentuan harga pokok penjualan.

Umumnya para pengusaha menentukan ongkos tenaga kerja dari gaji yang dibayarkan setiap bulannya. Sehingga ongkos tenaga kerja bisa ditentukan berapa yang harus dikeluarkan UMKM dalam setiap proses produksi. Sehingga bisa menentukan ongkos tenaga kerja.
Biaya Overhead

Pada umumnya, setiap pabrik besar dalam memproduksi sebuah produk terkadang bisa menghasilkan biaya overhead. Biaya overhead ini terkadang tidak dapat terlihat secara pasti. Umumnya biaya overhead ini menghitung biaya penyusutan peralatan produksi yang selalu menyusut setiap produksi.

Biaya overhead ini harus Anda perhatikan dengan baik dan harus Anda alokasikan dengan tepat untuk menghindari kerugian. Sehingga Anda bisa menentukan harga pokok penjualan dengan tepat tanpa mengalami kerugian.
Menghitung Harga Pokok Penjualan

Menghitung harga pokok penjualan :

Misal, UMKM Anda memiliki pembelian bersih Rp. 5.000.000, persediaan barang awal Rp 1.000.000, Persediaan barang akhir Rp. 2.000.000,

Penghitungannya adalah :

Pembelian bersih + persediaan barang awal

Barang tersedia untuk dijual Rp. 5.000.000 + Rp. 1.000.000 = Rp 6.000.000

Harga Pokok Penjualan Rp. 6.000.000 – Rp. 2.000.000 = Rp. 4.000.000

Jadi harga pokok penjualan Anda adalah Rp. 4.000.000

Harga pokok penjualan bagi UMKM sudah ketemu, kini waktunya Anda menghitung harga jual. Dengan adanya HPP Anda bisa menentukan harga jual yang sesuai dengan produk atau jasa yang Anda produksi.

 

Mengenal Jurnal Akuntansi, Jurnal Umum untuk Usaha Kecil

Ketika Anda memulai usaha, terlebih usaha yang Anda lakukan berkaitan langsung dengan jual beli maka Anda diwajibkan untuk memiliki catatan. Catatan cukup penting untuk menulis semua kejadian transaksi yang terjadi. Dalam akuntansi, pencatatan tersebut harus dilakukan didalam jurnal. Jurnal adalah buku harian yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi sesuai dengan tanggal. Sebagai pengusaha […]

Alat Ukur Kesehatan Bisnis

Adakah diantara kita yang pernah mendengar keluhan seperti itu? Atau justru kita sendiri yang mengalaminya? Bagi seorang pengusaha, tentu tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi pada bisnisnya. Namun, itulah kenyataannya. Banyak yang terjebak pada kondisi tersebut. Dan tidak mengetahui alat ukur kesehatan bisnis.

Umumnya, kondisi tersebut terjadi karena:

Tidak memiliki alat ukur untuk menilai kemajuan bisnis. Hal ini bisa disebabkan karena merasa tidak membutuhkannya.
Memiliki alat ukur, namun tidak mengetahui cara menggunakan yang benar agar bisa menghasilkan informasi yang akurat
Tidak memahami cara membaca informasi yang tersampaikan dari alat ukur tersebut.

Akibatnya, setiap kebiajakan yang diambil, tidak berbasis data dan fakta, melainkan berbasis prasangka. Kebijakan yang berbasis prasangka dapat mengakibatkan bisnis berjalan stagnan. Mungin bisa mengalami kerugian hingga kebangkrutan.
Bisnis sehat dan tidak sehat

Bisnis yang sehat adalah ketika bisnis memiliki kemampuan untuk biaya sendiri dan masih bisa melakukan pembayaran serta investasi dalam berbagai bidang. Bisnis sehat juga ditandai dengan kondisi keuangan bisnis yang rapih dan stabil.

Sedangkan bisnis yang bermasalah, atau bisnis yang tidak sehat adalah bisnis yang selalu rugi, istilah kasarnya ‘hidup tak mau mati pun segan’ sebagai pengusaha tentunya Anda tidak mau bisnis yang Anda miliki mengalami hal seperti ini. Anda pasti selalu berusaha agar bisnis Anda bisa terus maju dan menguntungkan.

Dimana tujuan bisnis sendiri kita ketahui adalah menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan (sustainable) untuk bisa tetap memberikan manfaat. Manfaat disini, bukan sekedar manfaat untuk kita pribadi sebagai pemilik bisnis, tetapi bisnis yang kita miliki pun diharapkan bisa bermanfaat banyak bagi masyarakat luas.

Banyak pengusaha yang bertanya bisnis yang sehat seperti apa? Karena terkadang banyak pengusaha yang merasa bisnisnya baik-baik saja dengan melihat kondisi arus barang yang stabil, customer semakin bertambah dan semuanya tampak lancar. Tapi bagaimana kondisi keuangan? Tidak diketahui!

Sulit memang melihat sehat atau tidaknya bisnis hanya dari ramainya usaha, arus barang yang selalu terjadi, serta banyaknya customer yang membeli menjadi salah satu anggapan bahwa bisnis yang kita miliki masih sehat. Padahal tidak!

Demi mengetahui apakah bisnis yang kita miliki sedang sehat atau tidak, kita harus memiliki alat ukur. Banyak pengusaha yang mengabaikan alat ukur pada bisnisnya. Padahal ini penting dilakukan untuk kelangsungan dan kesuksesan bisnis mereka. Salah satu alat ukur bisnis adalah akuntansi.
Bagaimana akuntansi bisa mengukur suatu kemajuan bisnis serta sehat tidaknya bisnis?

Akuntansi mencatat dan mengklasifikasikan setiap transaksi yang terjadi pada satu bisnis ke dalam pos-pos keuangan. Mulai dari pencatatan, penjurnalan, hingga menjadi laporan keuangan yang akurat. Memang semua itu diperlukan ilmu akuntansi. Ilmu yang tidak dikuasai secara luas oleh pemilik usaha.

Kemudian, pos-pos keuangan tersebut diikhtisarkan dan dilaporan dalam bentuk laporan keuangan yang umumnya terdiri dari :

Laporan Neraca
Laporan Laba Rugi
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Neraca
Catatan atas Laporan Keuangan

Dari laporan keuangan tersebut, terdapat informasi yang menggambarkan kondisi bisnis kita, apakah mengalami kemajuan, jalan ditempat, mengalami perlambatan, atau bahkan mengalami kerugian dan tanda-tanda kebangkrutan.

Akuntansi sering dianggap sebagai bahasa bisnis. Karena dengan adanya laporan akuntansi berupa laporan keuangan bisnis, kita bisa melihat kondisi bisnis secara umum dan luas. Dengan begitu, bisnis pun akan dapat terlihat apakah rugi ataupun untung.

Setelah kita mengetahui bahwa dalam mengelola bisnis agar terhindar dari masalah seperti yang terdapat di awal artikel ini, kita perlu memiliki alat ukur kemajuan bisnis, yakni Akuntansi.

Selanjutnya, yang perlu kita lakukan adalah melakukan evaluasi:

Apakah kita sudah memiliki alat ukur (proses akuntansi) di bisnis kita?
Apakah kita sudah menggunakannya (menerapkan) secara benar?
Apakah kita sudah bisa membaca informasi dari laporan keuangan yang dihasilkan?

Jika belum, maka kita perlu segera membangun, memiliki, menggunakan alat ukur bisnis bagi usaha yang kita miliki. Agar bisnis kita bisa kita pantau secara mudah. Tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Sebab, banyak pengusaha yang tidak mengerti akuntansi dan dia enggan memakai jasa akuntan karena akan mempengaruhi cost bisnis. Dimana pengusaha harus membayar jasa si akuntan dalam mencetak sebuah laporan keuangan.

Di era digital seperti saat ini, sebagai pebisnis Anda tidak perlu khawatir mengenai persoalan akuntansi untuk bisnis. Anda bisa menggunakan software pembukuan Accurate Online untuk bisnis Anda agar bisa menghasilkan catatan keuangan yang rapih dan akurat.

Accurate Online juga sudah bisa integrasi dengan internet banking dari empat bank yaitu BCA, Mandiri, OCBC, dan BRI. Serta Accurate Online sudah terintegrasi dengan tiga marketplace besar di Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Ketika bisnis Anda sudah masuk ke marketplace, Anda bisa dengan mudah mengambil faktur penjualan dari marketplace untuk di integrasikan dengan Accurate Online.

Selain itu, Accurate Online pun akan memudahkan Anda dalam mengelola laporan pajak. Karena Accurate Online sudah terintegrasi dengan e-faktur dari pajak.go.id. Jadi Anda tak perlu merasa sulit mengukur bisnis dan membuat sebuah laporan keuangan, semua bisa dilakukan dengan Accurate Online.

 

ACCURATE LITE di Kediri 0812-88013642